QURMADU VINEGAR

Cuka (KHAL) atau vinegar berasal dari bahasa Prancis, Vin Aigre, yang berarti anggur asam (sour wine). Cuka juga memiliki nama lain, yakni Asam Asetat atau asam cuka, berupa senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi asam atau aroma dalam masakan. Bahan pangan hasil fermentasi ini sudah dipakai sebagai bumbu masak sejak 3.000 SM di Mesopotamia.

Di Mesir, asam cuka dihasilkan dari fermentasi air rendaman gandum menggunakan mikroorganisme. Aroma dan cita rasa khas asam cuka Mesir ini disukai oleh bangsa Yunani dan Romawi. Kedua bangsa tersebut pun akhirnya membuatnya dari bahan yang berbeda, antara lain dari Kurma. Proses pembuatan cuka Kurma di Mesir ini kemudian digunakan sebagai proses dasar pembuatan cuka hingga sekarang ini.

Special formula :

Cuka KURMA RISING dibuat dengan fermentasi halal selama 47 hari sehingga menjaga kualitas dan mengoptimalkan khasiatnya...

Cuka termasuk makanan yang thoyyib (baik). Tidak ada dalil yang mengharamkan cuka sehingga cuka dihukumi halal sebagaimana asalnya. Dalil yang mendukung cuka adalah makanan yang thoyyib adalah hadits dari ‘Aisyah berikut, di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَ الأُدُمُ – أَوِ الإِدَامُ – الْخَلُّ

“Sebaik-baik bumbu dan lauk adalah cuka” (HR. Muslim no. 2051).

Penelitian Ilmiah membuktikan bahwa cuka merupakan antibiotik yang baik untuk mencegah :
kerapuhan gigi, Membersihkan alat-alat pencernaan. Melawan bakteri-bakteri dan parasit-parasit yang ada dalam perut, Mengaktifkan proses pencernaan dan metabolism tubuh, Membantu mengatasi obesitas, Mengobati penyakit asma, alergi, juga pada kasus-kasus diare berat karena cuka mengandung sejumlah zat pengerut.

Cuka juga bisa digunakan untuk mengobati sakit persendian, meminimalisir efek sengatan lebah, dan sengatan-sengatan lain seperti serangga dan hewan-hewan laut.

Statement Nabi saw. bahwa cuka adalah lauk-pauk bahkan lauk-pauk terbaik, merupakan inovasi ilmiah yang mencengangkan, karena tidak seorangpun pada masa pewahyuan dan beberapa abad setelahnya mengetahui manfaat cuka.

Riset telah membuktikan bahwa cuka adalah larutan ringan asam asetat yang berkisar antara 4 sampai 5% yang artinya sangat aman dikonsumsi secara rutin.

Catatan :

Cuka kurma QURMADU Vinegar menunjukkan hasil UJI LAB Mei 2018 bahwa kandungan Etil Alkohol 0% dan asam asetat 2.15% saja dengan pengujian standard SNI. Alhamdulillah...

Cuka kurma QURMADU Vinegar mengandung enzim yang tinggi, asam asetat mampu berfungsi meringkas sisa metabolisme tubuh menjadi feses. Kandungan cuka juga mendukung kekuatan organ tanah yang meliputi rambut kuku bibir kulit dan organ kewanitaan. Dengan konsumsi cuka kurma disetiap makan kita maka akan membantu proses metabolisme tubuh. Walaupun berasa asam, tapi asam organik alami ini mampu mengubah keasaman tubuh menjadi basa ketika kita konsumsikan. Sangat membantu dalam proses pengobatan bagi penderita kronis kanker, diabetes, kista dan masalah sistem imun.

Cara Mengkonsumsi :

Cara mengkonsumsi QURMADU Vinegar adalah dengan melarutkan 1-2 sendok dalam air atau dicampurkan dalam makanan. Ideal diberikan sebagai sinergi konsumsi herbal terutama bagi penderita sakit yang mengalami gagal penyerapan ketika mengkonsumsi herbal karena kondisi receptor tubuh yang banyak tertutup kerak toksid dari sisa pencernaan yang tidak terproses secara maksimal.

Dengan mengkonsumsi cuka kurma QURMADU VINEGAR RISING yang dipadu dengan sinergi madu bunga habbatussauda insya Allah mampu membersihkan receptor tubuh dan memberikan tenaga dari kurma dan madu yang tergabung didalamnya.